Jam 11 siang tepat aku tergopoh-gopoh masuk rumah langsung memarkir sepeda motor dan segera berlari ke kamar mandi. Kulampiaskan semua rasa mual yang sudah aku tahan dalam perjalanan pulang dari sekolah tempatku ngajar sejauh 10 km. Nggak keren aja kupikir kalau aku menghentikan motor ditengah jalan lalu aku muntah-muntah dijalan, pastinya akan menjadi pusat perhatian orang-orang yang lalu lalang.

Terdengar dari luar kamar mandi ibu dengan nada khawatir setengah berteriak mencoba mencari tau apa yang sedang aku alami.

” Ada apa??, minum aja..batalin puasanya. Dibilangin jangan makan sambel banyak-banyak bisa maag tuh…”. Dan omelan-omelan kekhawatiran berikutnya tidak benar-benar aku dengarkan.

” Masuk angin,Bu”. Tanpa menunggu omelan berikutnya aku segera masuk kamar dan menggulung tubuhku dengan selimut setelah sebelumnya membalur diri dengan minyak kayu putih.

Dari dalam kamar aku mendengar ibuku sibuk memasak makanan untuk berbuka puasa. Kalau biasanya aku yang menyiapkan hidangan buka puasa, kali itu ibu harus berjibaku sendirian padahal aku tau beliaupun sangat lelah setelah setengah hari berjualan dipasar. Ibu sengaja masak sedari siang karena sore hari masih harus ke sawah memetik sayur mayur yang akan dijual untuk esok hari. Itulah ibu, penuh perhatian dan pengertian.

#

Adzan maghrib terdengar berkumandang dari masjid, serta merta kami semua langsung menyerbu teh hangat dan semangkuk kolak pisang yang sudah menjadi menu khas di rumah. Setelah berbuka untuk membatalkan puasa, ibu dan bapak langsung meluncur ke masjid untuk menunaikan sholat maghrib, sementara aku dan adikku sholat dirumah.

Selesai sholat,aku menuju meja makan, membuka magic com dan sesuatu yang aneh terlihat didepan mataku. Nasi yang ada didalam magic com masih berwujud beras. Serta merta aku tertawa sendiri menyadari apa yang tengah terjadi. Rupanya ibuku lupa memencet tombol untuk memasak, akibatnya beras yang terendam air hanya dihangatkan dan tidak matang. Aku dan adikkupun menjadikannya sebagai tema sore itu. Kalau saja yang membuat kesalahan adalah salah satu diantara kami selain ibuku sendiri, biasanya ibu bakalan ngomel dan menyalahkan. Tapi kali itu ibu sendiri yang membuat kesalahan jadi kami menebak-nebak bisakah ibu ngomel ke dirinya sendiri. Dan beliaupun datang. Aku menyambutnya dengan senyum geli hingga membuat ibu penasaran dan bertanya apa yang terjadi. Saat mengetahui insiden itu ibupun speechless selama beberapa detik. Setelah itu sambil menyesali, buntutnyapun ada omelan yang ditujukan kesemua orang termasuk ayahku karena tidak satupun dari kami yang mengecek nasi dalam magic com. Dan kami semakin tertawa-tawa menjadi karena tebakan kami tidak meleset. Dasar ibu suka ngomel..bisik kami sambil terus tertawa.

Akhirnya kami semua harus menahan lapar menunggu nasi yang baru dimasak hingga selesai taraweh. Lemes……🙂

One response »

  1. tsaniyakamal mengatakan:

    waduh tragis sekalee ya…

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s