Menjelang jam dua dini hari, aku merasa menjadi orang terbodoh didunia. AkImageu tidak bisa menghargai dan membalas sebuah ketulusan. Detik ini juga aku masih terpatung, membiarkan semua kebodohanku bertubi-tubi memaki diriku sendiri.

Sebelum aku masuk kamar ini beberapa menit yang lalu, diluar, didepan TV aku sudah tidak dapat menahan diri untuk tidak menangis. Aku merasa kesal. Aku tidak bisa tidur. Tepatnya aku tidak mau tidur, hanya karena aku malas membersihkan tempat tidur yang sangat kotor karena ulah tetangga yang membakar sampah dan debunya terbawa angin masuk kedalam kamarku. Aku kesal karena dalam keadaan capek aku masih harus membersihkan kasur, dan juga sebenarnya aku kesal dengan kamar yang berantakan, yang sebenarnya aku sendiri yang membuatnya begitu. Akhir-akhir ini karena pekerjaan kantor yang menumpuk, aku begitu malas membereskan kamarku. Semua kotor, berantakan, berserakan…

Jam 01.50′ kuputuskan mematikan TV dan memaksakan diri masuk kamar berniat membereskan debu yang kubayangkan menempel tebal dikasurku. Namun ketika aku membuka daun pintu, aku shock…masih dalam keterpatunganku aku meneteskan air mata dengan deras, ibarat tidak ada orang lain dirumah saat itu aku pasti sudah meraung. Aku merasa menjadi orang yang sangat bodoh. Aku merasa konyol dan sangat bersalah. Tak kudengarkan Ibu saat beberapa kali menyuruhku tidur, sedikit memarahiku karena aku tidak tidur sampai larut. Ibuku mengkhawatirkan sakit kepalaku. Tapi saat itu dihatiku justru dipenuhi rasa jengkel karena lelah.

Dan…, saat ini yang kulihat…subhanallah…, kasurku tidak berdebu sedikitpun. Bersih, bahkan lebih bersih dari malam-malam sebelumnya. Semua kertas dan buku yang semula berserakan diatasnya telah lenyap, tersusun rapi diatas meja kerjaku. Aku belum pernah melihat kamarku serapi ini beberapa minggu terakhir. Ya Allah..ternyata Ibuku jauh lebih peduli daripada aku peduli terhadapnya. Padahal hari ini aku tidak melakukan apapun untuknya. Hari ini aku begitu malas membantunya. Bahkan, ibuku yang menyiapkan menu makan malam sendirian. Ibu…terimakasih.

One response »

  1. cumakatakata mengatakan:

    kasih ibu sepanjang masa…
    tak harap kembali

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s