(Koleksi 15082003)

 

Ruang kosong…

Tanpa isi namun terisi

Hanya malam yang memiliki indra

Dengan meraba merasakan getarnya

Peluh yang mengaliri seisi tubuh

Membaur dengan tetes perih

Ada luka yang tersembunyi

Terabaikan …

 

Note :

Cinta kembali menjadi tema dalam puisi ini. Adanya harapan yang masih tersemai diantara kekosongan jiwa membuat penulis mampu memindahkan kegelisahannya kedalam bait puisi yang sarat akan makna kiasan. Ia tak mampu mengungkapkan kepedihan hatinya menantikan seseorang yang pernah hadir mengisi hatinya dan kemudian pergi.

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s