Sudah membaca posting saya sebelumnya? The power of words – part 1 belum juga dibaca???.

Tidak mengapa lah kalo memang belum sempat dibaca, sequelnya tidak mengharuskan anda untuk membaca urut koq. Tujuan saya membaginya ke beberapa part hanya untuk membuatnya tidak bercampur aduk dari sekian banyak cerita tentang kekuatan kata-kata yang yang sudah ngantri di otak saya. Paling tidak bagian satu dengan yang lainnya masih bertema sama meskipun konteksnya berbeda.

Biar lebih akrab sudut pandang orang pertama ‘saya’ diganti pake ‘aku’ aja yach biar ga terkesan formil…🙂

Aku adalah orang yang paling suka dengan kata-kata. Bermain-main dengannya seolah berada ditengah taman bermain yang sangat luas dan banyak wahana. Terkadang aku bisa berseluncur dari ketinggian, melompat-lompat dihijau rumputnya, bahkan sesekali terjatuh didalamnya. Sangat mengasyikkan, sampai dalam keseharianku aku tidak bisa melepaskan diri dari dunia kata-kata.

Aku suka membaca. Aku sering terlena dengan buaian kata yang ditulis didalam sebuah buku. Pernah aku tidak menyadari bahwa malam sudah mendahuluiku ketika aku tengah asyik dengan sebuah buku tebal ditangan. Begitu sadar ternyata jam sudah menunjukkan waktu menjelang subuh, jam 4 pagi bro.., saking asyiknya berpetualang dalam kata-kata. Bagiku membaca adalah inspirasi untuk kehidupan keseharianku. Saat aku bergaul, bersosialisasi, mengajar, berbicara didepan forum bahkan saat bersama my hubby pun semua perlu kata yang tepat. Makanya tak heran ada istilah ‘ilmu sebelum berkata dan berbuat ‘, karena salah salah kita akan kena dampak yang jelek jika berkata-kata asal keluar dari mulut. Segala sesuatu perlu ilmu kan? …🙂

Aku juga suka menulis. Dari mulai SD aku sudah menyukai seni berkata-kata. Diawali dengan puisi. Begitu tertariknya aku dengan puisi yang singkat kata-katanya namun saat dibaca atau diperdengarkan dapat membumbungkan persepsi yang luar biasa luas. Aku menjadi pemuja puisi, melukiskan apa yang aku rasa, apa yang aku lihat juga dari yang aku dengar kedalam bait-baitnya. Mengikuti lomba baca puisi tingkat sekolahan sampai selalu ngeksis saat ada acara baik diperkemahan maupun diperpisahan kakak kelas, juga di acara Agustusan memperingati hari kemerdekaan dikampungku. Selain itu aku juga rajin menulis diary. Dan dari sanalah akhirnya aku juga suka merangkai kejadian demi kejadian menjadi sebuah cerpen maupun novel pendek dengan pembaca pertama adalah teman-teman SMP. Sampai kemudian teknologi mengambil peran, dunia menyempurnakan dirinya. Internet mulai menjadi kebutuhan pokok ke-4 setelah sandang,pangan dan papan. Dengan ditemani mbah google sebagai orang pinter yang selalu aku tanya tanpa perlu sesaji, dan juga berbagai fasilitas yang pasti gratisan yang selalu aku cari, maka tersalurkanlah hasratku untuk lebih banyak mengeksplore dan mengekspose kata-kata yang bisa aku susun.

Nah, kalian pasti bertanya-tanya, lalu apa hubungannya cerita di atas dengan ‘the power of words’??. Don’t worry ada koq kaitannya dengan apa yang mau aku ceritain.

Banyak sekali manfaat yang bisa diambil ketika seseorang terampil dalam mengolah kata. Lihat saja bagaimana seorang Thariq bin Ziyad yang ceritanya sudah saya tampilkan di The Power of Word part 1. Dengan kekuatannya merangkai kata-kata maka ia dapat mengobarkan kembali semangat pasukan yang semula ciut nyalinya melihat  pasukan musuh yang puluhan kali lebih banyak dalam jumlah. Kalau cerita itu terlalu jauh dari jaman kita oke lah, kita masuki saja era kita yang sekarang ini. Presiden Amerika Barack Husein Obama, semua pasti tau kan? meskipun tidak kenal..he..kecuali yang pernah jadi tetangganya dan pernah makan baso bareng…🙂. Dengan kepiawaiannya berorasi dan menjadikan kata-kata ‘Change We Can’ sebagai jargonny, ia dapat memenangkan pemilu dan mengukir sejarah sebagai presiden pertama USA yang berasal dari kulit hitam. Dan tentunya masih banyak lagi tokoh lain yang bisa kita cari di buku-buku atau langsung saja kita tanyakan sama mbahku si embah Google yang pintar🙂.

Tidak usah jauh-jauh. Coba saja sekarang kita lihat diri sendiri dan orang sekeliling. Adakah perbedaaan antara orang-orang yang suka dengan kata-kata  dengan yang tidak?, kalopun tidak orally aku yakin ada anggukan universal dari hati kecil kita untuk yang satu ini. Sesorang dengan kemampuan leadership disekitar kita kalaupun keterampilan mengolah kata itu tidak didapatinya dari membaca, saya yakin pasti dia suka menyimak. Entah itu dari berita media elektronik atau sekedar dari rumpian tetangga atau rekan kerja dikantornya. Orang-orang dengan keterampilan ini akan mudah bergaul, karena dia telah mengantongi banyak sekali informasi agar tidak dicap kamseupay..ga tau tulisannya bener ga tuh (ngikut ala Alay..🙂 ). Dan pastinya orang yang telah memiliki banyak simpanan kata-kata yang terkonsep dalam pikirannya akan tidak mudah gugup pada saat ia harus tampil dan berbicara didepan umum.

So, kesimpulannya dengan kata-kata seseorang dapat menunjukkan keberadaannya. Ia dapat menguasai dunianya dengan keterampilan mengolah kata, minimal dilingkungan kerja. Seseorang akan terlihat lebih matang dan smart saat ia mampu menguasai keadaan dengan kata-katanya yang tepat dan bijak. Jika anda ingin jadi seorang pemimpin, seni berkata-kata mutlak diperlukan. Dan setiap kita ternyata adalah pemimpin. Seorang guru adalah pemimpin bagi murid-muridnya, seorang kakak adalah pemimpin bagi adik-adiknya dan seterusnya. Jadi, mengapa tidak kita upgrade mulai dari sekarang koleksi kata-kata kita dengan banyak membaca??

Oke.. sekian dulu posting kali ini. Nantikan sequel berikutnya ya…

Saran juga kritik ditunggu….

14 responses »

  1. “Jika anda ingin jadi seorang pemimpin, seni berkata-kata mutlak diperlukan”

  2. arief nanda mengatakan:

    Tulisan ini pasti terinspirasi dari keseharian saya pandai bersilat lidah serta smart, cool and confidence

  3. winwheng mengatakan:

    @nashru410 and Propolis Beenero : trimakasih atas sumbangan komentnya, menambah ide lagi untuk menulis tentang kekuatan kata2 selanjutnya…

  4. Propolis Beenero mengatakan:

    kata-kata adlah doa, maka berkatalah yang baik atau diam….

  5. nashru410 mengatakan:

    tak hanya sekedar bertutur kata, namun harus sarat makna. tidak menyakiti dan mendzolimi sesama….

  6. PemalangOnline.com mengatakan:

    nice to read your blog, inspiring and awesome…keep blogging n sharing, sharing is sexy…:)

  7. cumakatakata mengatakan:

    yes,,, i am the first man like and coment in this post.

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s