( Indramayu, 31 Juni 2006 ; Jogja earthquakes )

 

Ketika gunung diperintahkan untuk diam
ia diam meredam bumi yang bergetar
ketika dedaunan didaulat berbuah
maka berbuahlah mereka…
bukankah kita melihat dengan mata kita
betapa alam patuh akan Rabb nya?
Bukankah kita menyaksikan
betapa indah keterpaduan mereka dalam harmoni?
Dan manusiapun berkata:
alangkah nikmatnya alam ciptaan tuhan ini..”
seraya menatap lapang langit biru berarak
sembari menghirup dalam oksigen cuma-cuma
Lalu, alam kembali menunjukkan kepatuhannya
Sang Rabb mendaulat

gunung “ bergolaklah…! “                                         

bumi “bergetarlah…!”,


laut  “ berlarilah…! “
dan patuhlah mereka akan sabda itu
Kemudian manusia terpontang panting
berlari kian kemari
tak ubahnya segerombolan semut yang terusik
Mereka berlari mencari tempat sembunyi
mereka menghindari kejaran alam yang tengah mengamuk
Dan terjadilah bencana itu
Serentak pilar-pilar yang didirikan manusia roboh
seketika lenyap kebanggaan  atas yang mereka aku
Bukankah kita melihat dengan mata kita
betapa alam patuh akan Rabb nya?
Bukankah kita menyaksikan
betapa tidak berdayanya manusia?

Tapi mengapa lantas kalian berkata
“ lihat..,makhluk penjaga gunung sedang marah!
Lihat…,si penghuni laut itu tengah berhajat!”

saudaraku…..
dimana sesungguhnya kalian tempatkan Tuhan itu??                                                                                        

 


 [t1]Dedicated to Gempa Jogja. Keprihatinanku dimana orang-orang yang sudah merasakan ujian lewat musibah gempa itu masih banyak yang tidak bisa mengambil hikmah untuk mengembalikan segalanya hanya kepada Allah semata. Justru dengan kepercayaan kejawen orang-orang Jogja mereka menghubungkan bencana yang terjadi dengan kuasa makhluk. Lalu mereka mulai menyajikan berbagai sesaji, mengadakan ritual-ritual syirik. Mereka lupa dengan nikmat yang sebelumnya mereka reguk. Entah dimana orang-orang itu menempatkan Tuhan.

About winwheng

Hanya ingin membagi apa yang dapat kubagi...karena berbagi adalah peduli. Sharing is Caring.

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s