( indramayu,31062006)

Aku terjebak diantara ruang dan waktu

Termangu menatap kosong

Hamparan yang bergoncang di kiri kananku

Terpatung aku penuh kebimbangan

Bingung aku hendak bersembunyi dimana

Ke utara maut-Mu menggoncang

Ke selatanpun ia menghadang.

Hilang akalku saat itu

Panikku dalam kaku keterpatunganku

Aku benar-benar ada dalam dilema

Aku terus berfikir untuk berlari

Aku menggenggam erat nyawaku

Milikku….

Caraku untuk menatap dunia

Ragaku yang kupelihara.

Lalu, skali lagi getar itu merobohkanku

Aku ambruk, terduduk diantara hiruk pikuk

Dihadapkanku pada raga-raga kosong tak berpenghuni

Dan aku menangis….

Raungku terbungkus jerit panik saudaraku

Astaghfirullahal adzim….

Astaghfirullahal adzim….

Ya rabb…ampuni aku

Ini milik-mu

Ini punya-mu

Hendak kemana aku berlari

Engkaulah pemilik maya pada ini

Tiada hak ku menahan milik-Mu

Tiada tempat untukku bersembunyi dari pandangan-mu.

Ya rabb….

Ini jiwaku …..

Ini ragaku…

Sepenuhnya aku milik-Mu

Kupasrah dalam ma’rifatku.

Ya rabb…

Kulepaskan keakuanku

Kupercayakan Engkau menjagaku

Lindungi aku  Ya rabb…

Hanya kepada-Mu kembalinya aku.


Note: dedicated to jogja’s victims of earthquakes.


 [t1]Puisi ini kubuat untuk mengenang musibah gempa Jogja yang sangat dahsyat. Dimana manusia tidak lagi punya tempat untuk bersembunyi dari bencana. Karena kemanapun orang-orang berlarian mencoba menghindari, namun sejatinya nyawa dan raga yang coba mereka pertahankan hanyalah milik Allah. Kepasrahan diantara puing dan nyawa yang bertebaran adalah lebih utama dari ke aku-an yang selama ini dipertahankan.

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s