REJEKI BERDAGANG

Jualan itu ternyata tidak selalu MELULU soal keuntungan. Tapi juga ada sisi sosialnya.
Barusan seorang ibu mengendarai motor dengan dua anak yang masih kecil, satu dibonceng dibelakang (cowok kisaran 6th), dan cewek (3th) yang dibonceng didepan sambil ditutupi kain sebagai selimut.
Ibu itu berhenti didepan toko tanpa turun dari motornya nanya apa ada jaket anak kecil?
Rupanya si anak kecil yang duduk didepan tadi tidak pakai jaket sementara udara lumayan dingin dan sepertinya mereka masih harus menempuh jarak yang lumayan.
Alhamdulillah ditoko pas ada beberapa, si ibu masih di teras toko memilih warna pink yang kutunjukkan. Tanpa basa basi setelah menanyakan harga langsung ia bayar kemudian dipakaikan ke sianak.
REJEKI buatku sebagai penjual, juga rejeki buat si ibu yg dalam perjalanan sedang butuh jaket untuk anaknya.

Kejadian ini tidak hanya sekali, beberapa kali aku menjumpai orang yang sedang kepepet butuh suatu barang insidentil mampir ketokoku dan alhamdulillah ada.

Kejadia lain, waktu itu sudah jelang jam 21.00 dan toko sudah siap-siap mau kututup sampai ada sebuah mobil berhenti dan seorang ibu masuk ketoko. Tanya apa ada kaos cowok untuk usia 5 tahun. Aku carikan benerapa dan alhamdulillah cocok setelan kaos yang pas, dan ternyata sianak didalam mobil bajunya basah karena ketumpahan minuman, sementara tujuan mereka masih jauh.

Oh ya, dua hari yang lalu aku juga ingat kisaran jam 20.00 ada mbak cantik cari jilbab segi empat putih. Setelah cocok, iapun permisi mau memakai jilbab itu saat itu juga. Kalau ini aku tidak sempat tahu apa alasannya, tapi kemungkinan ia dinas malam dan harus memakai jilbab putih. Si mbak tadi terlihat buru-buru.

Kemarin pagi, masih jam 05.30 ada inbox nanya apa ada jilbab sekolah warna coklat tua. Alhamdulillah ada dan langsung inboxer tadi meluncur ketokoku yang masih tutup,dan baru kubuka sedikit untuk keluar masuk. Tetnyata anaknya mau sekolah lupa jilbabnya terendam cucian.

Habis lebaran kemarin, seorang laki-laki datang butuh handuk, kaos buat ganti dan celana dalam. Ternyata ia dalam perjalanan dan tidak ada persiapan ganti.

Pagi hari kisaran jam 6.30, waktu itu sudah agak lama juga ada anak perempyan berseragam SMA tergopoh-gopoh cari jilbab katun putih segi empat. Ia diantar si bapak yang menunggu diluar toko. Setelah membayar Rp. 25.000 ia ijin untuk langsung memakai jilbabnya. Ternyata ia takut dihukum karena disekolahnya tidak diperbolehkan lagi mengenakan jilbab instant. Kalau masih melanggar maka dengan alasan apapu ia akan terkena sanksi.

Dan masih banyak lagi kejadian serupa selama dua tahun ini aku buka toko dipinggir jalan.

Dari semua cerita ini aku bisa menyimpulkan, ternyata REJEKI berjualan itu tidak hanya untuk pedagang itu sendiri, tapi pembeli yang membutuhkan dan mendapati barang itu ada, pun itu adalah REJEKI tersendiri untuk mereka.

Barokallah, semoga usahaku ini memang benar-benar bisa membantu orang lain. Tidak hanya MELULU soal berdagang sama dengan keuntungan.

Iklan

Watch “Tega!! Balita Kelaparan…” on YouTube